PESONA GEMSTONE RAFLESIA BENGKULU
Sejarang panjang kota Bengkulu memang menarik untuk ditelusuri, provinsi yang terkenal dengan Raflesia Arnoldi ini memang menyimpan sejuta pesona. Tidak salah jika jaman kolonia Belanda, provinsi Bengkulu adalah salah satu daerah yang dijadikan target jajahan, karena kekayaan flora dan faunanya. Konon menurut cerita pada masa pemerintahan Gubernur Belanda yang bernama Raflesia Arnoldi ditemukan bunga bangkai raksasa yang banyak terdapat diwilayah provinsi Bengkulu yang kemudian bunga indah tersebut diabadikan dengan nama Bunga Raflesia Arnoldi hingga saat ini. Bunga Raflesia Arnoldi kini menjadi sebuah identitas baru, bagi provinsi yang berada di antara provinsi Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. Raflesia tidaklah sekedar nama bunga bangkai raksasa yang tumbuh di Bengkulu, namun sejak tanggal 7 Juni 2014 silam, Raflesia menjadi nama batu untuk batu chalcedony yang banyak ditemukan disana, yang terkenal dengan fenomena mata kucing ( Cat Eyes ).
Terpukau oleh Pesona serta kilaunya yang indah The Amazing “Raflesia Chalcedony”
Mengenal lebih jauh varian “ Raflesia Chalcedony “
Yellow Raflesia Sang Primadona
Untuk lebih memahami karakter unik batu jenis chalcedony asal Bengkulu ini, beberapa jenis sudah terlebih dahulu menjadi buah bibir dikalangan para pencinta batu di Indonesia. Seperti telah disebutkan diatas, untuk batuan Chalcedony berwarna Merah dahulu dikenal dengan nama Cempaka yang kini dinamai Red Raflesia, untuk Chalcedony berwarna orange dahulu dikenal dengan nama Limau Manis, kini dikenal dengan nama sunkis, kini dinamai Yellow Raflesia dan akhirnya Chalcedony berwarna bening dahulu dikenal dengan nama Kinyang Air, kini dinamai White Raflesia. Khusus bagi yellow raflesia adalah jenis batu asal Bengkulu dengan karakter serat dan kualitas terbaik, karena beberapa fenomena banyak ditemukan pada chalcedony warna orange dan kuning ini. Fenomena Luster atau klep air yang memiliki nuansa “koclak Air”, Cat Eye atau mata kucing dan tapak jalak, sangat mudah ditemukan pada bahan batu berwarna orange dan kuning ini, tetapi agak sulit ditemukan di warna merah dan bening. Keindahan yellow raflesia ,dibuktikan pada kontes batu tingkat regional di Tangerang awal November lalu, dimana untuk kelas kontes Yellow Chalcedony dimenangkan oleh batu asal Bengkulu dengan meraih posisi juara 1 dan juara 2.
Bermacam-macam varian warna “Raflesia Chalcedony”
chal1
Varian chalcedony ini memiliki sebutan yang beragam dari penduduk setempat, ada yang menamai Cempaka untuk batu Chalcedony yang berwarna merah, sedangkan untuk batu chalcedony berwarna orange biasanya disebut Limau Manis, kemudian untuk chalcedony berwarna kuning dinamai Sunkis, terakhir chalcedony berwarna bening dinamai Kinyang Air. Namun secara garis besar, ini semua adalah jenis batuan Chalcedony dengan kualitas kekristalan yang semi transparan. Secara garis besar, varian raflesia chalcedony ini terbagi berdasarkan warna dominan batu, seperti Red Raflesia, Yellow Raflesia, Orange Raflesia, dan White Raflesia, juga ditemukan varian baru yang jumlahnya masih terbatas yaitu Blue Raflesia. Jika diperhatikan lebih lanjut,warna-warna yang terdapat pada batu jenis chalcedony ini, terkadang berbaur antara warna satu dengan warna lainnya. Hal ini terlihat jelas bila kita memotong batu secara melintang, jika diamati secara teliti terlihat pedaran warna batu yang berbeda dalam bahan batu tersebut. Jika kita tidak jeli dalam proses pemotongan, maka kita akan mendapati pada batu jenis red chalcedony warna merah kekuningan (red to yellow), pada batu yellow reflesia, kuning ke oranyean (yellow to orange) atau sebaliknya . oleh karena itu pada proses pemotongan awallah, warna dasar yang kita inginkan bisa didapat.
Penghasil bahan-bahan batu chalcedony ini, tersebar diwilayah provinsi Bengkulu dari wilayah selatan hingga wilayah utara, batu dengan kekerasan skala 6 -7 skala mosh ini, memiliki tekstur yang berbeda dengan bahan-bahan chalcedony lain yang ditemukan di Indonesia pada umumnya, daging batu yang berserat lurus lazim dinamakan serat sulaiman atau sulaiman fiber. Serat inilah yang memunculkan fenomena cat eye atau mata kucing. Fenomena cat eye bisa didapat pada batu jenis raflesia chalcedony, melalui teknik pemotongan bahan.
Salah seorang ahli perbatuan mengatakan untuk dapat menghasilkan fenomena cat eye, sebelum pemotongan bahan, ada baiknya permukaan daging batu disenter dan dilihat dengan lup, untuk memastikan alur serat sulaimannya. Untuk pemotongan jenis cabochon, serat sulaiman harus memanjang searah bentuk oval batu dan setelah proses pemolesan ketika akan naik ikatan ring, dasar batu harus dialasi warna silver atau istilah sederhananya, ikatan harus menggunakan mangkuk, agar pantulan cahaya luar yang menembus daging batu akan dipantulkan kembali searah serat-serat sulaiman.
Selain fenomena cat eye, ada juga ditemukan fenomena luster atau klep air yang istilahnya masyarakatnya adalah koclak air,serta fenomena tapak jalak. Dan fenomena inilah yang menjadi ciri tersendiri bagi batuan yang disebut “ Raflesia Chalcedony “. Dengan balutan kulit kapur putih tebal, membuat warna asli batu seakan tenggelam didalam selimut berwarna putih. Perlu memotong dahulu pada bagian ujung bahan agar dapat mengetahui kategori warna sesungguhnya.
Fenomena serat Sulaiman
“Raflesia Chalcedony” saat ini menjadi incaran banyak pecinta seni batu di Indonesia, bagaimana tidak, varian ini mampu mengeluarkan fenomena mata kucing , fenomena tapak jalak, fenomena ring serta fenomena luster atau klep air. Ini kelebihan-kelebihan “Raflesia Chalcedony” ditangan para seniman gosok dan poles batu. Serat sulaiman memang menjadi ciri khas dari batu indah bumi raflesia ini, tak mengherankan jika banyak juga ditemukan motif-motif bergambar yang didapat dari bahan-bahan batuan ini. Sering dijumpai tekstur serat sulaiman yang membentuk huruf serta angka, yang kelak jika dibentuk dan dipoles akan memperlihatkan gambar dalam, atau yang dikenal dengan Pictorial Agate Kristal. Warna-warna raflesia chalcedony, menjadi bukti jika provinsi Bengkulu memliki banyak varian warna pada batuan jenis chalcedony, dan ini menambah lagi perbendaharaan khazanah batu-batu mulia asli Indonesia. Semoga kehadiran “ Raflesia Chalcedony “ mampu memberikan nuansa baru didunia perbatuan Nusantara, dan bagi para pencinta batu mulia. Raflesia Chalcedony Bengkulu yang kaya akan warna ini, akan semakin menambah gairah dalam perkembangan seni batu di tanah air.
Rough “ Raflesia Chalcedony “
Jenis batu raflesia chalcedony biasa ditemukan pada kedalaman tanah berbatu dengan kedalaman 2 hingga 5 meter,adapula yang ditemukan di lapisan tanah sepanjang bibir pantai pada kawasan muara sungai pertemuan antara air tawar dan air laut. Batu jenis chalcedony terdiri dari microcrystalline atau cryptocrystalline, berupa kristal-kristal kuarsa yang tersusun amat rapat didalam daging batu. Jenis batu ini termasuk batuan dengan mineral yang keras, nilai kerasnya 6,5-7 dalam daftar keras mohs. Kebanyakan karakter batu chalcedony memiliki warna seperti selimut kabut, sehingga kusam atau buram cahayanya. Raflesia adalah salah satu batuan yang dalam bentuk mentah, daging batu diselimuti oleh lapisan kapur dalam bentuk padat. Konon katanya jika lapisan kapur yang menyelimuti daging batu itu tebal pertanda umur batu itu tua, semakin tebal lapisan kapur tersebut, maka umur batu itu semakin tua. Tampak luar bahan raflesia secara kasat mata, terlihat beronga-ronga seperti batu karang berwarna putih. Untuk memastikan warna daging dari batu raflesia, para penambang biasanya memotong ujung batu atau sedikit mengupas kulit batu dengan menggunakan linggis. Dari kepuasan itu akan terlihat warna daging batu yang sebenarnya , seperti warna merah, kuning, orange, atau putih. Bagi para pedagang batu di kota Bengkulu, untuk menjual rough bahan batu raflesia , biasanya mereka telah memotong dalam bentuk lempengan dengan ketebalan sekitar 3-5 cm. Untuk harga pun bervariasi tergantung dari kualitas bahan itu sendir, tetapi untuk bentuk potongan berbentuk lempengan, harga lebih mahal dibandingkan dengan bahan yang masih berbentuk bongkahan.
keren....bengkulu punya banyak jenis batu mulya...yang sangat menakjubkan
BalasHapushttp://kaisartas.com/
http://kaisartas.com/